Surili Si Imut Yang Hampir Punah

Surili Si Imut Yang Hampir Punah Akibat Pemburuan Senapan Angin

Surili Si Imut Yang Hampir Punah Akibat Pemburuan Senapan Angin – Surili (Presbytis comata) ialah spesies primata endemik dari Jawa Barat, terutamanya menjadi fauna jati diri kabupaten Bogor. Surili Jawa dalam bahasa Inggris dinamakan dengan beberapa nama seperti Javan Surili, Grizzled Leaf Monkey, Java Leaf Monkey, serta Javan Grizzled Langur, mengenai dalam penamaan lokal mereka diketahui dengan nama Lutung Surili Jawa.

Surili biasa didapati di lokasi hutan rimba Jawa Barat serta diketemukan di ketinggian rata-rata 25 meter di kanopi hutan sisi atas. Salah satunya kelebihan primata berbuntut panjang ini ialah sempat jadi maskot Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat di tahun 2016. Hal itu adalah bentuk animo dari pemerintah pada satwa endemik yang terancam punah akibat pemburuan senapan angin bagi orang yang menyalahgunakan perangkat tersebut.

Dengan morfologi, Surili memiliki ukuran kecil serta memiliki ekor yang panjang. Pergantian warna berlangsung dari mulai anak yang baru lahir ke arah dewasa. Warna badan surili dewasa yakni hitam atau coklat serta keabuan, dari mulai kepala sampai sisi punggung. Sedang untuk warna rambut jambul serta kepala berwarna hitam. Lalu sisi rambut yang tumbuh dibawah dagu, dada serta perut (ventral), lanjut ke sisi datum lengan serta kaki serta ekor, keseluruhnya berwarna putih.

Warna kulit muka surili serta telinganya berwarna hitam pekat cukup kemerahan. Surili mempunyai iris mata coklat gelap serta rambut alis yang tumbuh ke arah depan. Untuk anak surili yang baru lahir akan berwarna putih serta mempunyai garis hitam dari mulai kepala sampai sisi ekor.

senapan angin

Untuk berat badan surili rata-rata berbobot 6.5 kg, dengan panjang badan betina serta jantan hampir serupa yakni berkisaran 430-600 mm serta mempunyai panjang ekor 560-720 mm. Surili termasuk juga binatang diurnal yakni aktif pada siang hari. Sejumlah besar aktifitasnya, termasuk juga tidur, dikerjakan diatas pohon (arboreal). backinthegays.com

Surili termasuk juga satwa dilindungi berdasar pada SK Menteri Pertanian No. 247/1979, UU RI No. 5/1990, SK Menteri Kehutanan No. 301/1991, serta PP RI No. 7/1999. Satwa ini pula tercatat menjadi satwa terancam punah oleh IUCN serta Apendix II CITES sebab populasinya diprediksikan sejumlah kurang dari 2.500 individu dewasa (Nijman & Richardson 2008). Perburuan liar diduga jadi hal dasar spesies ini makin terancam keberadaanya di alam.

Berdasar pada riset Hilmi (2016), Fakultas Sains serta Teknologi-UIN Sunan Gunung Djati, menuturkan jika Lokasi Cagar Alam Situ Patengan termasuk juga lokasi yang ditempati oleh primata, diantaranya ialah surili. Habitat surili mulai terganggu sebab terdapatnya kegiatan manusia di lokasi wisata yang berdampingan dengan Lokasi Cagar Alam. Di kuatirkan kegiatan manusia itu bisa berefek pada keberlangsungan hidup populasi surili. senapan angin