Traffique Coffee, Cafe Dengan Konsep Belanda

Suasana seperti berada di sebuah gedung tua seketika langsung terasa saat memasuki Traffique Coffee. Berdasarkan permintaan sang pemilik yang ingin berkonsep kolonial, sang arsitek, Jeffrey Budiman dan Pangestu Haryoko, memang sengaja membangun atmosfer kafe seluas 300m ini menjadi seperti reruntuhan bangunan kolonial Belanda.

Demi mematangkan konsep tersebut, diisilah kafe ini dengan peralatan kopi yang diekspos sehingga terlihat jelas. Begitu masuk ke dalam kafe, Anda akan langsung disambut oleh mesin roaster kopi dan bar terbuka di tengah ruangan. Selain itu, karena konsepnya seperti gedung tua, mulai dari fasad sampai keseluruhan bangunan dinding kafe ini memang menggunakan bata asli yang dicat putih.

Kesan luas juga langsung didapati ketika masuk ke area bar. Hal ini didukung oleh void yang berada tepat di atas bar. Fungsi void pada kafe juga dapat menghubungkan lantai dua dan lantai satu. Bar yang diletakkan di tengah serta void di atasnya juga berfungsi sebagai pengikat semua ruang dan pusat dari kafe ini. Sesuai dengan namanya, Traffique Coffee, unsur-unsur yang biasanya hanya ditemukan di jalan raya, dihadirkan oleh arsitek ke kafe yang terletak di Jalan Hang Tuah ini, contohnya ialah lampu lalu lintas yang terus berkedip sepanjang waktu. Usut punya usut,

awalnya kafe ini merupakan sebuah rumah dua lantai biasa.Pemiliknya, Devina Stefani Sugialam, memiliki keinginan untuk menyulapnya menjadi tempat ngopi-ngopi yang bisa digunakan sambil kerja.

Owner juga minta untuk tidak terlalu kafe banget, pokoknya suasana tetap rileks, namun tetap ada feel kafenya, ujar Pangestu Haryoko, arsitek yang lebih dikenal dengan panggilan Koko. Koko pun mengamini permintaan Devina tersebut dengan menyediakan ruang kerja yang khusus

diletakkan di lantai atas. Lantai atas fungsinya lebih digunakan sebagai ruang meeting dan lebih formal, ujarnya. Kini, lantai dua tersebut juga disewakan untuk ruang kerja.

Devina tidak ingin roda bisnisnya tersendat karena masalah listrik, maka dibelilah genset Fawde untuk mengatasi masalah listrik yang kerap dialaminya. Fawde merupakan genset dari jepang, yang memiliki mesin turbo dimana mesin tersebut dapat menghasilkan daya listrik yang sangat besar dan pas digunakan untuk kafe. Tidak main-main, Devina membeli genset tersebut di kota Pontianak dan harga genset Fawde di pontianak yang dibelinya mencapai ratusan juta.

Untuk Anda penggemar kopi, kafe ini mungkin dapat menjadi pilihan liburan akhir tahun bersama keluarga sambil menyeruput kopi bercita rasa tinggi.